Pauli atau Kraepelin Test

Tes pauli merupakan psikotes yang terdiri dari gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur dan berbentuk jalur-jalur. Pauli test berbentuk selembar kertas berukuran besar yang berisi gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur dan berbentuk jalur-jalur. Dalam tes ini terdapat dua halaman bolak-balik dari kolom angka tersebut sehingga membuat test ini memiliki lebih dari 2000 angka dan persoalan yang harus dikerjakan. Tes pauli merupakan bentuk baterry test yaitu test yang membutuhkan waktu dan sangat memakan tenaga. Karena klien atau peserta dituntut untuk mengerjakan test dengan cepat, tepat, serta dikejar waktu. Tes pauli banyak digunakan untuk mengukur aspek kepribadian. Karena dalam mengerjakan test pauli, semakin banyak anda melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal, menunjukkan bahwa anda adalah orang yang tidak teliti, tidak cermat, kurang hati-hati, serta kurang memiliki daya tahan terhadap stress atau tekanan dalam pekerjaan. Tes pauli juga memiliki makna :
Tes Pauli merupakan alat diagnostik yang dapat dipercaya untuk memeriksa batas-batas perbedaan individu.

Tes Pauli dapat untuk mendiagnosis perbedaan kostitutif. Hal itu antara lain didapat dari hasil pemeriksaan yang menggunakan tes Pauli. Hasil itu antara lain menunjukkan bahwa daya tahan wanita lebih besar dari pria, keajegan prestasi orang desa lebih tinggi dari orang kota, dan sebagainya. Hal-hal tersebut juga menunjukkan bahwa tes Pauli bisa dimamfaatkan untuk pemahaman psikologi sosial.

Tes Pauli merupakan usaha pemeriksaan prestasi yang cukup baik.

Tes Pauli dapat digunakan untuk orang yang menderita luka/gangguan diotak, misal terkena tembakan dikepala. Hasilnya menunjukkan bahwa luka pada "parietal" dan "frontal" menunjukkan kurangnya prestasi yang besar, sedang luka pada "occipital" menunjukkan kurangnya prestasi yang tak terlalu besar (paling minimal).

Tes Pauli dapat digunakan sebagai metode untuk mengetahui pengaruh peransangan dari luar (misal narkotika).

Tes Pauli dapat digunakan sebagai diagnostik untuk mendeteksi anak-anak yang sukar dididik. Pada tes itu terdapat kurve dengan bentuk-bentuk tertentu untuk mereka yang terhambat perkembangannya. Untuk mereka yang tidak mempunyai pendirian (Hatloso) dan mereka yang lemah diri.

Tes pauli ini digunakan sebagai metode pemeriksaan untuk orang yang buta meskipun prestasinya bila dibandingkan dengan orang yang normal berkurang, akan tetapi prestasi individuil masih terlihat didalam tes sebagai prestasi orang yang normal.

Tes Pauli digunakan sebagai dasar tipologi kepribadian.

Tes Pauli ialah suatu metode experimental untuk mendapat pengaruh sikap kerja terhadap prestasi kerja.

Tes Pauli merupakan alat pembantu experimental yang menjadi dasar untuk diagnostik karakterologi.